Fajarasia.id – Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, menekankan pentingnya inovasi dalam komunikasi kebencanaan selain akurasi data. Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menunjukkan kinerja baik dari sisi teknologi dan akurasi, namun tantangan terbesar adalah bagaimana informasi dapat dipahami masyarakat.
“Persoalannya bukan hanya data, tetapi bagaimana pesan sampai ke masyarakat agar mereka bisa antisipasi,” ujar Teguh usai Kunjungan Kerja Spesifik ke Stasiun Geofisika Bandung, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai pengalaman gempa Cianjur 2022 menjadi pelajaran penting dalam memperkuat mitigasi. Meski gempa sulit diprediksi, data yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membaca pola aktivitas dan memberi peringatan dini.
Teguh juga menyoroti rendahnya literasi bencana di Indonesia dibanding Jepang. Ia mendorong BMKG menyederhanakan bahasa informasi, memanfaatkan media sosial, serta melibatkan generasi muda sebagai “influencer internal” untuk edukasi kebencanaan.
Selain itu, ia menekankan perlunya program edukasi sejak dini, termasuk sekolah lapang bagi masyarakat dan guru, agar kesiapsiagaan menjadi budaya. “Kita tidak boleh hanya berdamai dengan bencana, tetapi harus terus meningkatkan kesiapan,” tegasnya.****





