Komisi IV DPR Dorong Reaktivasi Sekolah Perikanan dan Kehutanan di Papua Barat Daya

Komisi IV DPR Dorong Reaktivasi Sekolah Perikanan dan Kehutanan di Papua Barat Daya

Fajarasia.id- Komisi IV DPR RI mengusulkan pengaktifan kembali Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan di wilayah Papua Barat Daya. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan kehutanan yang menjadi potensi unggulan daerah.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, dalam kunjungan kerja ke Sorong, Kamis (30/10/2025), menyampaikan bahwa gagasan tersebut lahir dari aspirasi anggota DPR RI daerah pemilihan Papua Barat Daya, Robert Kardinal, serta sejalan dengan harapan Gubernur Papua Barat Daya untuk mengoptimalkan potensi lokal.

“Dari masukan yang kami terima, termasuk dari Pak Robert Kardinal, kami melihat perlunya langkah nyata untuk menghidupkan kembali pendidikan vokasi di bidang perikanan dan kehutanan,” ujar Alex.

Ia menekankan bahwa keberadaan lembaga pendidikan tersebut sangat penting dalam mencetak tenaga kerja terampil yang mampu mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Komisi IV, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar reaktivasi sekolah tersebut dapat dimasukkan dalam rencana anggaran tahun mendatang.

Tak hanya sektor pendidikan, Alex juga menyoroti pentingnya pengoperasian kembali Pelabuhan Usaha Mina di Sorong sebagai pusat distribusi hasil perikanan dan penggerak ekonomi lokal.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar pelabuhan yang sempat vakum bisa kembali berfungsi tahun depan. Ini bagian dari upaya menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat menjadi titik terang bagi pembangunan Papua Barat Daya, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor-sektor unggulan daerah.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyambut baik inisiatif Komisi IV DPR RI dan menyampaikan apresiasinya atas dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi di bidang perikanan dan kehutanan.

“Penguatan dua sektor ini sangat relevan dengan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Papua Barat Daya,” kata Elisa.****

Pos terkait