Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, menyoroti kemacetan parah di ruas Tol Jakarta-Tangerang yang semakin meresahkan masyarakat. Ia mendesak aparat dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan truk yang melanggar aturan, khususnya praktik over dimension over loading (ODOL) serta penggunaan jalur kanan oleh kendaraan berat.
Rano menegaskan bahwa laporan masyarakat menunjukkan banyak truk dengan leluasa melintas di jalur kanan, yang seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan ringan untuk mendahului. Kondisi ini memicu perlambatan arus lalu lintas, meningkatkan risiko kecelakaan, dan memperparah kemacetan, terutama pada jam sibuk.
Selain itu, ia menyoroti keberadaan truk ODOL yang masih bebas beroperasi. Praktik tersebut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan menambah potensi kecelakaan fatal. Rano menekankan perlunya penegakan hukum yang konsisten, termasuk penguatan sistem tilang elektronik (ETLE) agar benar-benar memberikan efek jera.
Menjelang bulan Ramadan, ia mendorong langkah preventif berupa rekayasa lalu lintas, pembatasan waktu operasional kendaraan berat, pengawasan intensif di titik rawan, serta patroli rutin untuk memastikan truk tidak menggunakan jalur kanan. Rano juga meminta koordinasi solid antara Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan pengelola jalan tol agar kebijakan yang diambil terintegrasi dan berkelanjutan.
“Negara harus hadir memastikan jalan tol aman, tertib, dan berfungsi sebagaimana mestinya. Komisi III akan terus mengawal agar penegakan hukum berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegas Rano.
Dengan meningkatnya mobilitas menjelang Ramadan, langkah cepat dan tegas dari aparat diharapkan mampu meredam potensi kemacetan serta menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan di ruas Tol Jakarta-Tangerang.





