KLHK : Indonesia Targetkan Nol Bersih Emisi Pada 2060

KLHK : Indonesia Targetkan Nol Bersih Emisi Pada 2060

Fajarasia.co – Staf Ahli Menteri Bidang Energi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Winarni Monoarfa mengatakan pemerintah Indonesia terus memperkuat kebijakan pengendalian perubahan iklim untuk mencapai emisi net-sink atau nol bersih emisi dari seluruh sektor pada tahun 2060.

Hal ini diungkapkan Winarni di tengah-tengah pameran dan forum diskusi perubahan iklim dalam rangkaian acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang ke-50 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Di tengah ketidakpastian janji negara-negara maju untuk menyalurkan pembiayaan membantu negara berkembang dalam menangani perubahan iklim, pemerintah Indonesia terus bergerak nyata memperkuat kebijakan pengendalian perubahan iklim dalam negeri secara detil,” kata Winarni, Selasa (7/6/2022).

Kebijakan Indonesia secara detil dalam pengendalian perubahan iklim dituangkan dalam dokumen Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050.

Winarni menyebut, dokumen LTS-LCCR tersebut merupakan dokumen informasi yang berfungsi sebagai pedoman dalam implementasi, mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim serta komitmen Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Melalui visi yang disampaikan di dokumen LTS-LCCR, Indonesia akan meningkatkan ambisi pengurangan GRK (gas rumah kaca) melalui pencapaian puncak emisi GRK nasional tahun 2030. Dimana sektor-sektor Forestry and Other Land Use (FoLU) sudah mencapai kondisi net sink (penyerapan bersih – kondisi di mana karbon lebih banyak diserap dari pada yang dilepaskan). Target net-sink adalah 540 Mton CO2e pada tahun 2050, dan dengan mengeksplorasi peluang untuk mencapai progress lebih cepat menuju emisi net-sink dari seluruh sektor pada tahun 2060.

Winarni menyampaikan, target utama yang menjadi fokus untuk pengurangan emisi adalah upaya mengurangi deforestasi dan degradasi hutan. Karena hutan menjadi faktor penting dalam penyerapan karbon.

“Meski tantangannya cukup berat tetapi kita akan terus bekerja meletakkan fondasi pembangunan di lingkungan hidup berdasarkan prinsip sustainability yang telah diperuntukkan masyarakat atau publik dalam upaya pembangunan sosial ekonomi,” tambah Winarni.

Nol bersih emisi adalah upaya negara-negara di dunia, agar aktivitas manusia yang menghasilkan emisi (karbon), semuanya terserap kembali ke alam, baik itu lewat hutan, laut maupun tanah. Indonesia menargetkan hal ini terjadi pada 2060, atau sepuluh tahun lebih lambat dari pada target global yaitu 2050, seperti yang tertuang dalam Perjanjian Paris 2015.****

Pos terkait