Fajarasia.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan program revitalisasi tambak udang masih terus dilakukan hingga saat ini. Sebab, dari hasil pengamatan masih ditemukan banyak kawasan tambak, terutama udang yang tidak beraturan.
“Kemudian untuk masih komoditas udang juga kami melakukan, kegiatan revitalisasi. jadi sekarang kita banyak melihat banyak kawasan-kawasan tambak yang bentuknya tidak beraraturan,” kata Direktur Pakan dan Obat Ikan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya (DJPB) KKP, Ujang Komrudin, Rabu (14/9/2022).
Ujang menjelaskan, salah satu kondisi yang perlu perbaikan terkait masih menyatunya saluran pemasukan (inlet) dan saluran pengeluaran (outlet). Menurut Ujang, keduanya musti dibuat terpisah untuk menghindari air suatu tambak yang sudah keluar masuk lagi ke tambak lainnnya.
Kondisi ini, kata dia, beresiko membuat siklus penyakit tak akan pernah berhenti ketika muncul. Karena hanya berputar-putar saja di tambak udang dengan konsep tersebut.
“Kalau ada bibit penyakit yang dikeluarkan dari tambak itu masuk ke saluran, disedot lagi oleh tambak yang lainnya. Sehingga ini siklus penyakit tidak pernah berhenti,” ujarnya.
Revitalisasi dilakukan dengan menata ulang kembali tambak udang hingga hingga memenuhi syarat tambak yang berkelanjutan atau Sustainable Aquacultere. Ujang menekankan, revitalisasi juga dilakukan pada komoditas utama ekspor perikanan Indonesia lainnya, seperti rumput laut, lobster hingga kepiting.
“Nah ini juga kita ada program atau kegiatan revitalisasi untuk tambak-tambak, sehingga disitu akan tata ulang. Akan kita redesain menjadi satu kawasan yang sudah memenuhi syarat untuk tambak yang berkelanjutan,” tandasnya.*****





