Kisah Anak-anak Garut: Menembus Gelap dan Curam Demi Sekolah

Kisah Anak-anak Garut: Menembus Gelap dan Curam Demi Sekolah

Fajarasia.id — Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan anak-anak sekolah dasar di pelosok Garut viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak sekelompok siswa SD berjalan menyusuri jalan berbatu dan menanjak saat fajar belum menyingsing, hanya berbekal penerangan seadanya.

Video itu diunggah oleh Jujun Junaedi, warga Kampung Citamiang, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet. Suara seorang ibu yang memanggil anaknya terdengar jelas, penuh keprihatinan dan haru.

“Ya Allah, pagi begini sudah berangkat. Ini anak-anak sudah jalan, Allahu Akbar,” ucap Ai Anita, ibu dari salah satu siswa, yang suaranya terekam dalam video, yang dikutip Redaksi pada Kamis (6/11/2025).

Setiap hari, anak-anak di kampung tersebut memulai perjalanan ke sekolah sejak pukul 05.00 pagi. Mereka menempuh jarak sekitar tiga kilometer menuju SDN Cikondang 1, melewati jalan desa yang curam dan sulit dilalui kendaraan. Beberapa diantar dengan motor, namun tidak semua bisa melintasi medan yang menantang.

Selain jalan rusak, mereka juga harus menyeberangi jembatan gantung sepanjang 70 meter di atas Sungai Cisanggiri. Kondisi jembatan yang berlubang membuat banyak orangtua khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.

“Kadang ada orangtua yang mengantar sampai sekolah, tapi banyak juga yang hanya sampai jembatan karena takut anaknya jatuh,” kata Ai.

Perjalanan panjang itu memakan waktu hingga dua jam. Jika cuaca cerah, anak-anak bisa tiba di sekolah sekitar pukul 06.30 pagi. Meski begitu, semangat mereka tak pernah surut.

Ai berharap video yang viral itu bisa menjadi sorotan bagi pemerintah agar memperhatikan kondisi infrastruktur di kampungnya. “Kami ingin jalan diperbaiki, agar anak-anak bisa sekolah dengan aman,” ujarnya.

Jujun, sang suami sekaligus pengunggah video, menegaskan bahwa rekaman tersebut bukan untuk mencari perhatian, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib anak-anak di daerah terpencil.

“Tujuannya agar masyarakat dan pemerintah tahu perjuangan anak-anak di sini. Kami ingin ada perubahan,” kata Jujun.****

Pos terkait