Kemkomdigi Fokus Pulihkan Jaringan Telekomunikasi di Wilayah Bencana Sumatra

Kemkomdigi Fokus Pulihkan Jaringan Telekomunikasi di Wilayah Bencana Sumatra

Fajarasia.id  – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di sejumlah daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra berangsur membaik. Hal ini ditandai dengan menurunnya jumlah menara Base Transceiver Station (BTS) yang mengalami gangguan akibat banjir dan longsor.

Data Kemkomdigi mencatat, dari 3.380 unit BTS yang sempat terdampak, kini jumlahnya berhasil ditekan menjadi 2.637 unit. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pemulihan akses telekomunikasi menjadi prioritas utama karena berperan penting dalam proses penyelamatan dan distribusi bantuan.

“Kami berupaya maksimal agar masyarakat kembali terhubung. Setiap BTS yang pulih berarti lebih banyak warga bisa memberi kabar dan menerima informasi penting,” ujar Meutya, Minggu (14/12/2025).

Meski demikian, pemulihan jaringan di Aceh masih terkendala padamnya aliran listrik. Meutya menegaskan perbaikan BTS di wilayah tersebut dilakukan bertahap seiring upaya PLN dan operator seluler memulihkan pasokan listrik. Hingga kini, sebanyak 743 BTS berhasil kembali beroperasi di sejumlah titik terdampak.

Untuk wilayah Sumatra Utara, tercatat 9.292 dari 9.612 BTS telah berfungsi normal atau sekitar 96,67 persen. Sementara di Sumatra Barat, 3.709 dari 3.739 BTS sudah kembali aktif. Adapun Aceh masih menghadapi kendala teknis sehingga pemulihan layanan berlangsung lebih lambat dibanding provinsi lain.

Kemkomdigi menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar akses komunikasi di seluruh wilayah terdampak segera pulih, sehingga masyarakat bisa kembali terhubung dengan keluarga dan memperoleh informasi penting pasca bencana.****

Pos terkait