Fajarasia.co – Kementerian Pertanian terus mengintensifkan pengembangan komoditas kedelai di dalam negeri yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mengurangi impor. Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian Pertanian Warjito menyebutkan kerja sama semua pihak penting untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
“Komoditas kedelai saat ini menjadi fokus karena untuk mengurangi impor. Produksi dalam negeri harus terus ditingkatkan. Tahun ini sebagai bangkitnya komoditas kedelai yang kita harapkan bisa berkembang ya, baik apa yang telah kita tetapkan,” paparnya dalam Webinar bertajuk Peluang Bisnis dan Peningkatan Mutu Benih Kedelai, disiarkan daring melalui YouTube resmi PROPAKTANI TV – DITJEN TP, Jumat (15/7/2022).
Warjito mengatakan tren harga kedelai dunia terus mengalami peningkatan karena pasarnya yang terjamin. Saat ini, menurutnya, harga kedelai telah menyentuh angka Rp10.000/kg.
Adapun pengembangan kedelai yang dilakukan Kementan mencapai 325 ribu hektare pada tahun 2022 ini. Nantinya, sesuai perkiraan, akan ada capaian produksi hingga 500 ribu ton dengan produktivitas lebih dari 1,5 ton per hektare.
“Yang jelas harganya naik karena pasarnya dijamin, yang jelas pasar ada. Tersedianya outstaker ini menjamin harga. Harga sekarang itu kurang lebih 10 ribu per kilogram, bahkan lebih. Yang jelas tahun ini ada pengembangan kedelai kurang lebih 325 ribu hektare, ini harus kita sama-sama wujudkan keberhasilannya,” tuturnya.
Data terkahir Kementan menyebutkan realisasi kontrak benih sudah 52 ribu hektare dan realisasi luas tanam 27.592 hektare dari total kegiatan 52 ribu hektare. Kemudian, sisanya akan ditanam hingga Desember 2022. Penanaman ini tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya penanaman tersebut ada juga di Jambi, Sumsel, NTT, Sulteng, Sulsel serta Gorontalo.***





