Fajarasia.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengantisipasi pergerakan wisatawan dalam momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Salah satunya kesiapan destinasi wisata untuk menerima kehadiran wisatawan.
“Tentu yang kami lakukan adalah memastikan kesiapan destinasi daerah-daerah wisata yang dikunjungi. Termasuk pergerakan penerbangannya, laut dan darat,” kata Staf Ahli Menparekraf Frans Teguh, Minggu (10/12/2023).
Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang akan berwisata untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam perjalanannya. Kemudian, perlu menyiapkan kondisi kesehatan dengan prima.
“Menentukan pilihan-pilihan destinasi dan transportasi yang memadai. Sehingga, ini benar-benar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia memperkirakan lonjakan wisata dalam libur Nataru tahun ini mencapai 2,5 kali lipat dari tahun lalu. Atau kurang lebih sekitar 107 hingga 110 juta orang yang diprediksikan berpergian selama musim liburan ini.
“Musim liburan ini kan ada yang terkait dengan Natal dan Tahun Baru. Ditambah lagi ada liburan sekolah,” ucapnya.
Apalagi, menurutnya, setelah pandemi ini minat orang untuk melakukan perjalanan mengunjungi destinasi wisata mengalami peningkatan. Selain itu, ia berharap masyarakat dapat mengantisipasi cuaca hujan dalam musim liburan Nataru ini.
“Pilihan terhadap jenis transportasi dan kendaraan serta destinasi wisata yang aman. Harus menjadi pertimbangan dari para pengunjung,” kata Frans.
Kemenparekraf, ujarnya, juga melakukan mitigasi risiko kebencanaan dalam musim libur Nataru ini. Terutama kepada daerah-daerah wisata di provinsi dan kabupaten/kota.
“Mohon lakukanlah manajemen pengaturan dengan baik. Antisipasi bencana,” ucapnya, mengingatkan.****





