Kemenkeu Yakin Ekonomi RI Tumbuh Meski Selat Hormuz Ditutup

Kemenkeu Yakin Ekonomi RI Tumbuh Meski Selat Hormuz Ditutup

Fajarasia.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis perekonomian Indonesia tetap tumbuh meski terjadi gangguan rantai pasok komoditas akibat penutupan Selat Hormuz di tengah konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu, menegaskan strategi belanja pemerintah yang merata sepanjang tahun akan menjaga momentum pertumbuhan. “Kami ingin pertumbuhan ekonominya lebih merata, di mana belanja negara juga kami buat lebih merata,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Hingga akhir Februari, realisasi belanja negara mencapai Rp493,8 triliun atau 12,8% dari target, melonjak 41,9% dibanding tahun sebelumnya. Penerimaan pajak juga tumbuh 30,4% yoy menjadi Rp245,1 triliun. Dengan percepatan belanja, Kemenkeu menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bisa mencapai 5,5% atau lebih, melanjutkan capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39%.

Selain percepatan belanja, pemerintah menyalurkan berbagai stimulus, mulai dari diskon tiket transportasi hingga bantuan pangan bagi 35 juta keluarga penerima manfaat. Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ASN senilai Rp24,7 triliun juga diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri.

Dengan strategi fiskal dan stimulus tersebut, Kemenkeu yakin target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% sepanjang 2026 tetap terjaga, meski gejolak global akibat konflik di Timur Tengah masih berlangsung.****

Pos terkait