Fajarasia.co – Meski hari nyamuk sedunia telah lewat, pemerintah tetap mengajak masyarakat berperan aktif dalam penanggulangan penyakit malaria. Sebab, nyamuk anopheles betina mampu menularkan penyakit tersebut antar manusia.
Plt Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes, Endang Budi Hastuti, menyatakan penanggulangan penyakit malaria tetap menjadi prioritas. Pasalnya, masih ada tiga provinsi yakni Papua, Papua Barat dan NTT yang masih mengalami kasus penyakit tersebut.
“Saat ini Kemenkes menjadikan masyarakat sebagai subyek untuk melakukan upaya penanggulangan,” kata Endang saat dimintai tanggapan soal demam bedarah, Senin (22/8/2022).. Termasuk kepada organisasi masyarakat, organisasi keagamaan dan pihak swasta.
Tanggal 20 Agustus 2022 diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia (World Mosquito Day). Ini merupakan peringatan global atas penemuan Sir Ronald Ross pada tahun 1897.
Lebih jauh, Endang mengungkapkan bahwa penyebaran nyamuk malaria bisa dipengaruhi oleh perubahan iklim. Sehingga, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada.
Selain itu, ujar dia, pemerintah juga melakukan berbagai langkah intervensi. Misalnya dengan menyemprotkan insektisida, memberikan kelambu dan membersihkan wilayah pemukiman.
“Kami juga memberikan pengobatan maksimal,” kata Endang menegaskan. Ini karena perubahan cuaca akan memicu penambahan atau peningkatan populasi nyamuk.***





