Fajarasia.id – Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Kemenkes) DR. Imran Pambudi mengatakan,. mudik Lebaran mempunyai sisi positif. Yaitu, menciptakan koneksi sosial.
“Lebaran itu kan bertemu dengan orang. Di situ terjadi koneksi sosial dan emosional,” kata Imran, Minggu (30/3/2025).
Selain itu, mudik Lebaran juga meningkatkan rasa bahagia sehingga mengurangi stres. Kemudian, menurutnya, mudik Lebaran juga membangkitian kenangan positif.
“Karena kota kembali ke rumah waktu zaman kita kecil dulu. Kenangan indah masa lalu ,” ujarnya.
Tak hanya itu, menurutnya, mudik Lebaran merupakan upaya pelepasan dari rutinitas. Apalagi, Pemerintah juga menetapkan cuti libur Lebaran.
“Kita harapkan dengan cuti libur ini. Itu akan menjadi momen melepaskan tekanan pekerjaan,” ucapnya.
Sedangkan sisi negatif dari mudik Lebaran hanya pada saat masyarakat berada di perjalanan. Menurutnya, biasanya masyarakat mengalami stres karena menghadapi kemacetan.
“Mudik macetlah, perjalanan delay dan frustasi karena kejebak macet,” katanya.
Selain itu, kata dia, masyarakat yang mudik Lebaran juga mengalami tekanan finansial. Para pemudik harus mengeluarkan uang lebih dalam mudik Lebaran.
“Kan tahu sendiri semua serba mahal. Tiket mahal apalagi dengan pengetatan anggaran sudah menjadi pressure sendiri,” ujarnya.
Kemudian, menurutnya, mudik Lebaran juga menciptakan tekanan sosial. Ketika pemudik bertemu dengan kerabatnya di kampung halamannya.
“Keluarga suka menanyakan hal-hal yang membuat dia merasa tertekan. Contohnya kapan menikah, kapan punya anak dan pekerjaaan,” ucapnya.
Tak hanya itu, saat mudik Lebaran menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Padahal, seseorang mudik Lebaran ingin kembali ke rumah dengan suasana yang baik.
“Ternyata rumahnya beda dengan harapannya,” katanya.****





