Fajarasia.id – Kementerian Dasar dan Menegah (Kemendikdasmen) mendukung terhadap pengembangan bahasa isyarat di lingkungan pendidikan. Khususnya sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif.
“Kami tentu menyambut baik inisiatif pertemuan pada kesempatan kali ini. Ada dialog interaktif terkait dengan bahasa isyarat sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan di Indonesia,” kata Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Sayardi kepada wartawan di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Lebih lanjut, Sayardi menyampaikan, arahan dari Mandikdasmen menekankan pentingnya pendidikan bermutu untuk semua. Menurut Sayardi, Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus bagi peserta didik penyandang disabilitas, terutama tunarungu.
“Salah satunya dimaknai bagaimana pendidikan ini bersifat inklusif, artinya memberikan kesempatan kepada seluruh warga negara untuk bisa belajar di satuan pendidikan. Dengan pengembangan bahasa isyarat, tentu nanti akan bisa digunakan di satuan pendidikan,” ucap Sayardi.
Ia menekankan, pentingnya akomodasi yang layak bagi siswa penyandang disabilitas agar dapat menikmati pendidikan secara setara. Sayardi menilai, pengembangan bahasa isyarat memperkuat target peningkatan kualitas pendidikan inklusif.
“Pengembangan bahasa isyarat akan mendukung proses belajar di satuan pendidikan sekaligus memperkuat target peningkatan kualitas pendidikan inklusif. Pemerintah juga berupaya memberikan akomodasi yang layak bagi para penyandang disabilitas agar dapat menikmati pendidikan secara setara,” kata Sayardi menutup.****





