Fajarasia.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Peta Jalan Sanitasi Sekolah atau Roadmap Sanitasi Sekolah 2024-2030. Ini sebagai landasan perencanaan bagi seluruh pihak terkait untuk mewujudkan sanitasi sekolah yang berkualitas di akhir tahun 2030.
“Kemendikbudristek telah mengimbau dan terus mendorong semua yang terlibat dalam ekosistem pendidikan. Utamanya untuk mewujudkan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Iwan Syahril dalam sambutannya di Jakarta, dikutip Selasa (27/2/2024).
Iwan mengatakan dokumen peta jalan tersebut akan membantu memastikan pemenuhan hak anak di sekolah. Hingga mencapai partisipasi peserta didik di sekolah untuk pendidikan berkualitas.
“Kami berharap dengan adanya dokumen Peta Jalan Sanitasi Sekolah ini, maka seluruh pemangku kebijakan dapat terlibat. Utamanya dalam Perencanaan Berbasis Data menuju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030,” kata Iwan, mengungkapkan.
Menurutnya, kualitas kesehatan peserta didik berhubungan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan. Pihaknya juga telah memberikan dukungan melalui Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dengan fokus pada lima poin terkait kesehatan.
“Sehat bergizi, sehat imunisasi, sehat fisik. Kemudian, sehat jiwa dan sehat lingkungan,” ucapnya.
Sementara itu, Chief of WASH United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia, Kannan Nadar mengapresiasi komitmen Kemendikbudristek dalam meningkatkan kesehatan. Utamanya, kondisi air, sanitasi, dan kebersihan di seluruh sekolah di Indonesia.
“Sarana sanitasi sekolah yang berketahanan iklim dan inklusi mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak secara keseluruhan. Bahkan menjamin martabat, keselamatan, dan kesehatan mereka, yang pada gilirannya meningkatkan kehadiran dan prestasi di sekolah,” kata Kannan.
Selain itu, menurut Kannan, hal tersebut juga memotivasi anak-anak untuk menerapkan perilaku kebersihan yang baik. Sekaligus menjadi agen perubahan bagi teman sebaya, keluarga, dan komunitas pada umumnya.
Lingkungan sekolah yang sehat, lanjut dia, juga menumbuhkan budaya belajar, perilaku saling menghormati, dan kolaborasi positif. Sehingga memberdayakan anak-anak untuk menjalankan peran yang berarti di masa depan demi kemajuan Indonesia.***





