Fajarasia.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti ancaman serius dari perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi Deepfake. Dalam acara berbuka puasa bersama insan pers di Mabes Polri, ia menegaskan bahwa misinformasi dan disinformasi dapat memecah belah bangsa jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Global Risk Report meramalkan salah satu dampak besar dunia adalah misinformasi dan disinformasi. Tantangan ini bukan hanya global, tapi juga nyata di dalam negeri,” ujarnya.
Kapolri menekankan pentingnya peran media arus utama sebagai sumber informasi faktual yang bisa dipercaya masyarakat. Menurutnya, media harus menjadi penjernih informasi agar publik tidak terjebak dalam arus hoaks yang marak di media sosial. “Harapan kita, media bisa memberikan pencerahan dan menjadi alat komunikasi yang mewakili suara publik,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara Polri dan media harus terus dijaga. Dengan begitu, respons kepolisian di lapangan akan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar keinginan internal. “Respons kita ke depan harus betul-betul bergerak karena mendengarkan suara publik yang disuarakan melalui media,” tegasnya.*****




