Fajarasia.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) memprediksi Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Waketum Kadin Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan, pihaknya memperkirakan perputaran yang selama Nataru mencapai sekitar Rp91 triliun.
Sarman menjelaskan, sektor transportasi dan pariwisata adalah yang paling terpengaruh positif oleh liburan ini. “Peningkatan mobilitas masyarakat selama liburan Nataru mendorong pertumbuhan pesat di sektor transportasi dan pariwisata,” kata Sarman saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Selasa (24/12/2024).
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif penerbangan sebesar 10 persen turut membantu sektor transportasi dan pariwisata Indonesia. Tarif transportasi yang lebih terjangkau membuat lebih banyak orang memilih mudik dan berlibur bersama keluarga saat Nataru.
Sektor pariwisata juga merasakan dampak besar, dengan destinasi wisata populer seperti Bali dan Yogyakarta mengalami lonjakan pengunjung. “Bali menjadi tujuan utama wisatawan domestik yang akan merayakan liburan Natal dan Tahun Baru,” ucapnya.
Selain itu, sektor UKM, kuliner, dan perhotelan juga diperkirakan mengalami lonjakan permintaan selama liburan Nataru. Masyarakat yang bepergian berbelanja kebutuhan liburan, yang berujung pada konsumsi yang lebih tinggi di sektor tersebut.
Dengan tingginya mobilitas masyarakat, perekonomian daerah juga akan merasakan dampak positif selama liburan Nataru pada tahun 2024 ini. Beberapa wilayah seperti Jawa dan Bali diperkirakan akan merasakan perputaran uang yang sangat besar di sektor-sektor lokal.
Sarman berharap, dampak positif ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2024 mendatang di Indonesia. Sektor transportasi dan pariwisata diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini.****





