Fajarasia.id – Tim Transisi Sosial Budaya di Ibu Kota Nusantara (IKN) rutin melakukan kegiatan sejak Agustus 2023. Ini sebagai bagian dari menjaga kekompakan dan solidaritas para pekerja konstruksi di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN.
Seperti diketahui pekerja konstruksi memiliki latar berlakang beragam. Mulai daerah asal, budaya, suku, ras, agama, dan tentu saja karakter.
Dengan berbagai kegiatan sosial yang digelar, diharapkan bisa memupuk rasa kebersamaan. Demi mendapatkan perasaan satu keluarga dalam kawasan HPK.
“Kami bertugas melakukan pengendalian dan pengawasan interaksi sosial di HPK. Jangkauannya adalah pekerja konstruksi, pengelola, dan masyarakat lokal di sekitar Sepaku,” kata Wahyu Alfen Batu Kada, Kepala Divisi Sosial Budaya Tim Transisi HPK IKN, pekan lalu.
“Kami juga menggelar kegiatan olahraga, pemberdayaan masyarakat lokal, pembinaan dan peningkatan keterampilan pekerja. Termasuk pelayanan keagamaan bagi penghuni HPK “, ujar Wahyu.
Para pekerja dari berbagai daerah sebelum menghuni HPK, terlebih dahulu diinformasikan tata tertib, aturan, dan fasilitas yang ada. Sejauh ini tidak ada kendala yang ditemui, meski dalam satu kamar kadang dihuni enam orang.
Sekadar diketahui dalam kawasan HPK terdiri lebih dari 30 menara. Tiap satu menara terdiri dari 4 lantai, 1 lantai ada 20 kamar, dan 1 kamar dihuni 6 orang.
“Sedangkan contoh larangan misalnya tidak boleh membawa lawan jenis ke dalam kamar, narkotika, minuman keras, korek, dan bahan yang mudah terbakar. Penghuni juga diimbau tidak merokok dalam kamar dan membuang sampah pada tempatnya.
Pemberdayaan masyarakat lokal juga dilakukan dengan memberikan kesempatan UMKM lokal berjualan di kawasan HPK. Contohnya dengan menjadi penyedia jasa di kantin.****





