Fajarasia.id — Iran menegaskan tidak akan menggelar pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat (AS) meski proposal Washington untuk mengakhiri konflik tengah ditinjau. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan bahwa komunikasi melalui mediator tidak bisa dianggap sebagai negosiasi resmi.
Media pemerintah Iran melaporkan, Teheran menolak tawaran gencatan senjata dari AS dan justru mengajukan lima syarat utama untuk perdamaian. Syarat tersebut mencakup penghentian total serangan, jaminan agar konflik tidak terulang, pembayaran kompensasi atas kerugian perang, penghentian perang di semua front, serta pengakuan penuh atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
Salah satu poin paling krusial adalah tuntutan Iran untuk menguasai sepenuhnya jalur vital Selat Hormuz, yang selama ini menjadi pusat distribusi minyak dunia. Tuntutan ini dinilai sulit diterima Washington, mengingat sebelumnya Presiden AS Donald Trump sempat menawarkan pengelolaan bersama jalur tersebut.
Sementara itu, laporan dari kantor berita Fars menegaskan Iran tidak menerima konsep gencatan senjata. Teheran bertekad mencapai tujuan strategisnya sebelum membuka peluang penghentian perang.
Situasi ini menambah ketegangan geopolitik global, dengan risiko besar terhadap stabilitas energi dunia dan jalur perdagangan internasional.




