Fajarasia.id – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur strategis Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional, kecuali bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka.
“Selat Hormuz terbuka. Hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kami, mereka yang menyerang kami dan sekutunya. Yang lain bebas melintas,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan penyiar MS Now.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut. Iran menegaskan bahwa kekhawatiran negara lain terkait keselamatan pelayaran tidak ada kaitannya dengan pihaknya.
Langkah ini menambah sorotan internasional terhadap stabilitas jalur perdagangan energi global, sekaligus mempertegas sikap Iran dalam menghadapi tekanan dari AS dan sekutunya.***






