Fajarasia.id — Iran menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan penghentian sementara serangan militer dan mengklaim adanya pembicaraan produktif dengan Teheran. Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah melakukan negosiasi dengan Washington sejak awal konflik.
Trump sebelumnya menyebut telah memerintahkan penundaan serangan terhadap pembangkit listrik Iran, seraya mengklaim ada dialog yang mengarah pada resolusi penuh perang Timur Tengah. Pernyataan itu membuat harga minyak turun dan pasar saham melonjak.
Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menolak klaim tersebut, menuding Trump melakukan manipulasi pasar energi. Kementerian Luar Negeri Iran juga menegaskan bahwa pesan yang diterima hanyalah melalui negara sahabat, bukan bentuk negosiasi resmi.
“Selama beberapa hari terakhir, memang ada pesan dari negara sahabat terkait permintaan AS untuk berdialog. Namun kami membantah adanya negosiasi atau pembicaraan dengan Amerika Serikat selama 24 hari terakhir perang,” ujar juru bicara Kemenlu Esmaeil Baqaei, dikutip IRNA.
Ketegangan tetap tinggi setelah Trump sebelumnya memberi tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, dengan ancaman akan membombardir infrastruktur energi jika tidak dipenuhi.****





