Fajarasia.id – Iran melalui mediator Pakistan menyampaikan proposal berisi 10 poin sebagai syarat penghentian konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Dokumen tersebut menegaskan bahwa Teheran hanya akan menerima penghentian perang dengan jaminan tidak akan diserang kembali.
Menurut laporan IRNA, Rabu (8/4/2026), Iran menekankan bahwa penghentian konflik harus bersifat permanen, bukan sekadar gencatan senjata sementara. Beberapa poin utama mencakup penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon, pencabutan penuh sanksi internasional terhadap Iran, serta rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat serangan.
Iran juga menawarkan membuka kembali Selat Hormuz dengan protokol jalur aman pelayaran, namun menetapkan biaya transit sebesar 2 juta dolar AS per kapal yang akan dibagi dengan Oman.
Kesepakatan ini dibahas dalam dua tahap: gencatan senjata 45 hari untuk membuka ruang negosiasi, lalu perjanjian penuh mengakhiri perang. Namun, seorang pejabat AS menyebut proposal Iran “maksimalis”, sementara Presiden Trump menilai tanggapan tersebut “signifikan” tetapi belum cukup.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan agar AS tidak gegabah dalam menyetujui gencatan senjata. Situasi ini menambah ketidakpastian di tengah upaya diplomasi regional.****





