Fajarasia.co-Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhan ELhaj, SH,MH melalui Humas Polres Tapsel Briptu Erlangga Gautama Nasution menjelaskan, ada sekelompok masyarakat melakukan pencurian buah sawit, berjumlah 8 orang dilihat polisi dan satpam saat melakukan patroli, yang sudah menjadi perhatian.
“Sekelompok masyarakat itu ada 8 orang, polisi bersama satpam yang patroli melakukan himabauan jagan lagi mencuri. Dari 8 orang, ada 1 orang temannya diamankan. Tidak terima temannya ditangkap, datanglah Naek Ependi Rambe bawa peralatan berupa tojok, dodos dan parang melakukan perlawanan lalu mengancam petugas keamanan Aipda ISH dengan parang.
Merasa terancam Aipda ISH memberikan tembakan peringatan pertama, Naek tidak mengindahkan, tembakan peringatan kedua juga tidak di indahkan. Aipda ISH sudah merasa terdesak terjadilah tembakan ketiga yang menewaskan Naek”, jelas Erlangga di Kantor Besar PTTN Hutabaru Nangka, kamis 07 Juli 2022.
Erlangga katakan, peluru yang digunakan tidak tau peluru apa dan jenis senjata yang digunakan jenis senjata SS1 V2 Sabara. Aipda ISH saat ini dalam pemeriksaan Provos Polres Tapsel.
“Untuk hal-hal lain belum bisa dijelaskan. Orang reskrim akan olah TKP hari ini dan sedang proses”, imbuh Erlangga.
Sementara Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, belum dapat memberi secara langsung untuk keterangannya kepada media. “Beralasan masih dalam proses pemeriksaan dan masih sibuk”, pungkas Erlangga.*****





