Fajarasia.co – Pemerintah Arab Saudi akhirnya bersuara pasca Israel menyerang kompleks Masjid Al Aqsa, Palestina, Jumat (15/4/2022).
Mereka menyatakan, serangan itu merupakan tindakan terangan terangan terhadap kesucian situs umat Islam.
“Eskalasi sistematis ini adalah serangan terang-terangan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa dan tempatnya di jantung negara Islam,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan dilansir dari situs resmi, Sabtu (16/4/2022).
Saudi menyerukan masyarakat internasional supaya meminta pertanggungjawaban pasukan Israel atas tindakannya di kompleks Al-Aqsa.
Sebab, kata mereka, hal itu termasuk aksi penyerangan terhadap warga Palestina.
Bercermin dari eskalasi di Al-Aqsa, Saudi tidak menampik ada kebutuhan untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian di Timur Tengah.
Selain Saudi, Iran juga telah mengutuk keras aksi penggerudukan dan kekerasan yang dilakukan pasukan Israel di kompleks Al-Aqsa.
Teheran menilai, rezim Zionis secara mencolok memperlihatkan pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia (HAM).
“Kejahatan Zionis terhadap rakyat Palestina yang tertindas menunjukkan semakin lemahnya rezim pendudukan ini yang bertujuan menutupi kekuasaannya yang kosong,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dilaporkan dsri laman Mehr News Agency.
Dia menekankan, rezim Zionis dan pendukung internasionalnya bertanggung jawab atas konsekuensi kejahatan semacam itu di tanah pendudukan.
“Pemerintah dan organisasi internasional harus mendukung rakyat Palestina. Sementara kepada umat dan negara-negara Muslim, kami meminta mereka menunjukkan dukungan untuk membela serta melindungi Al-Aqsa,” tegas Khatibzadeh.
Jumlah Korban
Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan, bentrokan di kompleks Al-Aqsa telah menyebabkan lebih dari 150 orang terluka.
Bahkan, mereka mencatat, itu termasuk jurnalis dan petugas medis turut menjadi korban dalam insiden itu.
Menurut lembaga yang mengelola Masjid Al-Aqsa, yakni Wakaf Islam, pasukan Israel mulai memasuki kompleks tersuci ketiga umat Islam itu sebelum fajar.
Kala itu ribuan warga Palestina hendak menunaikan salat Subuh.
Klaim Israel
Sedangkan menurut otoritas Israel, pasukannya memasuki kompleks Al-Aqsa untuk mengangkut batu-batu yang telah dikumpulkan sekelompok warga Palestina guna mengantisipasi kekerasan.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Israel turut menyampaikan hal serupa.
“Puluhan pria bertopeng dengan membawa bendera Palestina dan Hamas berbaris ke kompleks Al-Aqsa pada Jumat pagi,” kata Kemenlu Israel lewat akun Twitter-nya.
Mereka dituding telah mengumpulkan batu di sekitar area tersebut.
“Polisi dipaksa masuk ke halaman untuk membubarkan kerumunan dan memindahkan batu-batu tersebut, guna mencegah kekerasan lebih lanjut,” katanya.
Kepolisian Israel mengklaim, mereka mulai menggeruduk Masjid Al-Aqsa setelah adanya sekelompok warga yang melemparkan batu ke arah ruang doa umat Yahudi di Tembok Barat.
Polisi Israel hendak membubarkan dan memukul mundur kelompok tersebut. Pada momen itulah bentrokan pecah.****





