Fajarasia.id – Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi memgatakan tim lobi yang akan dikirim oleh Presiden Prabowo harus bisa meyakinkan seperti apa posisi Indonesia terhadap Tiongkok kepada Amerika Serikat. Dia menegaskan Indonesia hanya terkena getah dari tarif resiprokal atau timbal balik saja.
“Target sebenarnya adalah Tiongkok sebagai bagian dari perang dagang AS. Namun, AS kelihatannya melihat Indonesia memjadi salah satu negara ASEAN yang menjadi bagian dari pendukung kekuatan ekonomi Tiongkok,” katanya, Senin (7/4/2025).
“Inilah yang harus dipertegas oleh delegasi diplomasi Insonesia bahwa kita bukan bagian dari blok manapun. Apalagi kita menganut politik bebas aktif.”
Jika Indinesia, kata dia, gagal meyakinkan AS dan mereka tetap pada mengenakan tarif resiprokal 32 persen terhadap barang impor Indonesia, maka masih banyak cara lain. “Diantaranya bagaimana memperkuat kerjasama ekonomi antar negara ASEAN yang selama ini kesannya kurang kompak,” tambah Fahmi.
“Sesama negara ASEAN bisa saling bertukar pasar. Atau bersama-sama mencari pasar baru atau memperkuat pasar yang sudah ada. Seperti Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.”
Indonesia juga, sebut Fahmi, bisa memanfaatkan posisinya diberbagai organisasi ekonomi dan non ekonomi regional dan internasional. “Kita bisa meningkatkan kerjasama ekonomi dengan BRIK’s, OKI, dan lain sebagainya,” tambahnya.
Jadi, katanya, jangan berfokus pada AS dan tidak perlu panik berlebihan terhadap dampak tarif resiprokal. “Masih banyak jalan yang bisa Indonesia lakukan tanpa harus tergantung pada AS,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan membuka peluang Indonesia akan mencari pasar ekspor baru usai penetapan tarif resiprokal oleh AS kepada produk Indonesia hingga 32 persen.
Prabowo menyebut Indonesia selama ini terlalu dimanjakan oleh ekonomi AS. Sebab, mau tidak mau, Amerika telah mengajarkan sistem ekonomi yang ikut dilakukan Indonesia, terutama soal pasar bebas dan globalisasi yang memegang prinsip tanpa batas.
Menurut dia, Indonesia telah menjadi pengikut setia sistem ekonomi kapitalisme sejak tahun 50-an hingga saat ini. Namun, Prabowo menyebut Indonesia dan ASEAN harus mulai dewasa.
Prabowo mengaku akan mengurus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk ke Washington awal Mei mendatang. Menurut dia, pemerintah akan melakukan negosiasi terkait kebijakan baru Trump soal tarif.*****





