Fajarasia.id – Persaingan ganda putra dunia di awal tahun 2026 masih dikuasai wakil Asia Tenggara. Indonesia dan Malaysia menjadi negara dengan jumlah pasangan terbanyak di jajaran 20 besar peringkat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Indonesia tercatat memiliki empat pasangan di posisi elit. Namun, salah satunya yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sudah tidak lagi tampil bersama setelah adanya perubahan formasi di pelatnas.
Kini, Indonesia mengandalkan tiga pasangan aktif:
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
- Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani
- Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
Meski Fajar/Rian sudah berpisah, nama mereka masih tercatat di ranking dunia karena poin yang dikumpulkan sebelumnya.
Malaysia juga tampil perkasa dengan empat pasangan aktif di 20 besar. Aaron Chia/Soh Wooi Yik masih jadi andalan utama, disusul Man Wei Chong/Kai Wun Tee, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, serta Junaidi Arif/Roy King Yap.
Di luar Indonesia dan Malaysia, Taiwan menempatkan tiga pasangan, China dua pasangan, sementara Korea Selatan, Denmark, dan India masing-masing punya satu wakil. Kondisi ini menunjukkan persaingan ganda putra dunia cukup merata, meski dominasi Asia Tenggara masih terasa kuat.
Ranking BWF Ganda Putra (1 Januari 2026)
- Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) – 121.255
- Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) – 92.450
- Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) – 85.250
- Liang Wei Keng/Wang Chang (China) – 79.826
- Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia) – 79.233
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia) – 74.390
- Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) – 73.630
- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia) – 70.300
- Chen Bo Yang/Liu Yi (China) – 66.942
- Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) – 66.201 …
- Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Indonesia) – 52.850
Dengan dominasi Indonesia dan Malaysia di papan atas, musim 2026 diprediksi akan menyajikan persaingan sengit. Meski Asia Tenggara unggul jumlah wakil, kekuatan negara lain seperti Korea Selatan, India, dan China tetap jadi ancaman serius.





