Fajarasia.id – Indonesia memastikan akan memberikan bantuan pascabanjir bandang yang terjadi di Libya, awal bulan ini. Bantuan itu akan disalurkan pada 27 September 2023 mendatang.
“Koordinasi penanganan ini dilakukan oleh Kepala BNBP, Deputi 2 Kemenko PMK. Kemudian BNBP memutuskan akan mengirimkan tim advance dan pengiriman bantuan diperkirakan akan dilaksanakan pada 27 September 2023,” kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam rilisnya yang diterima Redaksi, Sabtu (23/9/2023).
Menko Muhadjir menggelar Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang ia pimpin hari ini. RTM membahas soal pemberian bantuan kepada korban yang terdampak banjir di Libya.
“Rapat Tingkat Menteri telah memutuskan bahwa pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan kepada Libya. Berupa bantuan logistik yang saat ini masih dicocokkan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Muhadjir.
Pihaknya mengatakan, malam ini akan berkoordinasi kembali dengan KBRI Tripoli terkait bantuan apa saja yang diperlukan. “Nanti malam akan ada pertemuan dengan otoritas Pemerintah Libya, terutama jenis bantuan apa yang diperlukan,” ucapnya.
“Harus ada kepastian. Tapi kita sudah menyiapkan 16 item jenis barang yang akan kita kirim, nanti kita cocokan,” kata dia.
Adapun, barang-barang yang akan disalurkan antara lain tenda, selimut, matras, pelbed, pakaian, alat pembersih, genset dan sebagainya. Jadi barang-barang dasar yang dibutuhkan orang yang terdampak bencana banjir dititiberatkan kepada korban yang hidup.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Wamenlu RI Pahala Mansury, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Kemudian, Plt Kabasarnas Abdul Haris Achadi serta Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya.****





