Fajarasia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini, Jum’at (10/10/2025). Namun IHSG naik 0,08 persen atau 6,9 poin ke level 8.257,85 saat penutupan perdagangan.
Sebanyak 347 saham harganya naik, 355 saham harganya turun dan 254 saham stagnan. Saham sektor transportasi dan logistik naik paling tinggi (3,04 persen), saham sektor finansial turun paling dalam (-1,26 persen).
“Hari ini Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi penurunan adalah BBTN, BBRI, BMRI, BBNI, JPFA,” kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas, Jumat (10/10/2025).
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 47, 43 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,44 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp24,12 triliun dan kapittalisasi pasar menjadi Rp15.560 triliun.
IHSG menguat di saat bursa saham di kawasan Asia melemah dalam perdagangan hari ini. Menurut Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia, pelemahan bursa saham Asia karena aksi ambil untung saham-saham sektor teknologi.
“Sentimen pasar terangkat oleh tercapainya gencatan senjata di Timur Tengah dan investasi besar dalam kecerdasan buatan. Tapi pasar juga diwarnai kekhawatiran akan ‘shutdown’ di AS dan ketakutan akan pecahnya gelembung teknologi yang membebani investor,” ujar Tim Phillip Sekuritas.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Jepang, bank sentral negara itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut. Karena data Indeks Harga Produsen bulan September lebih tinggi dari perkiraan.
Namun rencana Bank of Japan menaikkan suku bunga, berisiko menghadapi tantangan dari pemerintah Jepang. Utamanya dari calon Perdana Menteri, Sanae Takaichi yang menganut kebijakan fiskal konservatif.
Takaichi mengatakan, BOJ memang bertanggung jawab untuk menetapkan kebijakan moneter. Tetapi Keputusan apapun yang diambil BOJ harus selaras dengan tujuan dan sasaran pemerintah. ****





