Fajarasia.co – Kondisi siswi SMK berusia 14 tahun yang diduga menjadi korban pelecehan oleh mantan gurunya di wilayah Kota Bogor masih trauma. Korban juga masih perlu pendampingan psikologis.
“Kondisi korban masih trauma, masih butuh pendampingan,” kata Kasubsie PID Polresta Bogor Kota Ipda Asep Herdianto, Jumat (23/9/2022).
Terkait kasus tersebut, polisi masih melakukan proses penyelidikan, termasuk menyiapkan berkas-berkas dan mengumpulkan keterangan saksi.
“Saat ini sudah dalam tahap penyelidikan. Semua berkas sudah disiapkan begitu pula administrasi. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan baik saksi maupun korban, untuk saksi-saksi saya sendiri belum mendapatkan informasi berapa saksi yang akan diperiksa nantinya,” ungkap Asep.
Polisi baru mendapatkan keterangan dari korban dan keluarga. Didampingi oleh pengacara membuat laporan pada Kamis 22 September 2022 malam.
“Info lanjut akan segera kami sampaikan,” tutupnya.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 14 tahun diduga menjadi korban pelecehan oleh mantan gurunya SMP-nya di wilayah Kota Bogor. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Menurut pengacara korban, Anggi Triana Ismail mengatakan dugaan pelecehan itu dialami korban pada Jumat 26 Agustus 2022. Ketika itu, korban berangkat ke sekolahnya untuk mengurus keperluan pengambilan ijazah dengan stampel 3 jari.
“Nah ketika anak ini sampai di sekolah dan anak ini selesai melakukan hal tersebut tiba-tiba dirinya ditarik oleh (diduga) oknum pengajar atau pendidik di sekolah,” kata Anggi, Kamis 22 September 2022.
Di mana, korban yang berjalan ke lantai dasar dirangkul oleh terduga pelaku sambil memegang bagian tubuhnya (dada). Dari kejadian itu, korban mengalami trauma dan gangguan psikologis.
“Peristiwa ini tanggal 26 Agustus 2022, ada spare waktu karena anak ini sudah kena psikologisnya sehingga perlu kekuatan untuk menyampaikan keterangan ini kepada orangtuanya,” tuturnya.****




