Hetifah, Sosok Legislator Perempuan yang Dicintai Pemuda, Musisi, dan Ibu-Ibu

Hetifah, Sosok Legislator Perempuan yang Dicintai Pemuda, Musisi, dan Ibu-Ibu

Fajarasia.id – Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, semakin melekat di hati masyarakat. Dari kalangan pemuda pencinta sepak bola, para musisi, hingga ibu-ibu rumah tangga, sosok Hetifa dianggap sebagai wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan kepentingan mereka.

Pembela Pemain Sepak Bola
Bagi para pencinta olahraga, Hetifah dikenal sebagai legislator yang vokal memperjuangkan nasib pemain sepak bola. Ia menekankan pentingnya perlindungan karier atlet, kesejahteraan, serta pembinaan generasi muda agar sepak bola Indonesia tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga jalan hidup yang layak bagi para pemain.

Sahabat Musisi
Di dunia musik, Hetifah juga mendapat tempat istimewa. Ia kerap menyuarakan perlindungan hak cipta dan kesejahteraan musisi, agar karya anak bangsa tidak sekadar menghibur, tetapi juga dihargai secara ekonomi. Dukungan ini membuat banyak musisi merasa memiliki “pembela” di parlemen.

Pahlawan Pendidikan
Namun yang paling membuat Hetifah dicintai adalah kiprahnya di bidang pendidikan. Ia dianggap sebagai “pahlawan pendidikan” karena konsistensinya memperjuangkan nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP), Hetifa memastikan akses sekolah dan kuliah terbuka lebar bagi mereka yang sebelumnya terhalang biaya.

“Pendidikan adalah kunci masa depan bangsa. Tidak boleh ada anak Indonesia yang gagal sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegas Hetifa dalam berbagai kesempatan.

Figur yang Dekat dengan Rakyat
Kedekatan Hetifa dengan masyarakat membuatnya disukai lintas kalangan. Pemuda melihatnya sebagai inspirasi, musisi menganggapnya pelindung, sementara ibu-ibu menilai Hetifa sebagai sosok yang peduli pada masa depan anak-anak mereka.

Dengan kiprah yang konsisten di olahraga, musik, dan pendidikan, Hetifa tak hanya menjadi legislator, tetapi juga simbol harapan bagi banyak orang.

sebatas Riwayat Hetifah

Beliau adalah mantan aktivis kampus dan lama bergelut dalam berbagai organisasi civil society. Hetifah pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa serta Ketua Ikatan Alumni Planologi ITB, dan merupakan salah satu pendiri AKATIGA Pusat Analisis Sosial, Perkumpulan Inisiatif, serta B-Trust Advisory Group untuk Reformasi Kebijakan Publik dan Tata Pemerintahan.

Latar belakang pendidikan Hetifah adalah bidang Perencanaan Kota dan Wilayah di Institut Teknologi Bandung. Hetifah melanjutkan studi untuk Master in Public Policy dari National University of Singapore, dan meraih gelar PhD dari School of Politics and International Relations, Flinders University Adelaide Australia. Disertasi yang ditulisnya berjudul “New Voices of the Community? Citizen Forums in Reformasi Era Indonesia” menelaah bagaimana cara warga dan kelompok-kelompok marjinal mempengaruhi kebijakan publik di daerah.

Hetifah telah banyak menerbitkan artikel, laporan, dan buku. Hetifah adalah penulis buku “Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipatif di Indonesia” yang menjadi salah satu referensi penting dalam praktek tata kelola pemerintahan partisipatif.

Hetifah Sjaifudian, (lahir 30 Oktober 1964) merupakan satu-satunya perempuan dari delapan anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur dan telah menjabat selama 3 periode. Saat ini, Hetifah menjadi Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, olahraga, pemuda, pariwisata, ekonomi kreatif, perpustakaan dan literasi.

Selain berperan sebagai Anggota Parlemen, Hetifah juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Kesra, Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Wasekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Anggota Advisory Board Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK ITB). Prestasinya yang gemilang juga tecermin dalam penghargaan sebagai satu-satunya figur legislator dari Fraksi Partai Golkar di DPR RI yang menerima penghargaan MKD Award atas kontribusi positifnya dalam peningkatan citra dan kewibawaan DPR RI. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPR-RI dari 2009 hingga 2029.

 

Pos terkait