Harga LPG 3 Kg Melejit di Lombok Timur, Warga Rela Antri Berjam – jam

Harga LPG 3 Kg Melejit di Lombok Timur, Warga Rela Antri Berjam - jam

Fajarasia.id  — Kelangkaan LPG 3 kilogram atau “gas melon” di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), semakin memprihatinkan. Antrean panjang terjadi di berbagai pangkalan, sementara harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp35.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Fenomena ini memukul pelaku UMKM. Ahmad Ramli, pedagang nasi di Pringgasela, mengaku terpaksa menutup usaha karena kesulitan mendapatkan pasokan gas. Hal serupa dialami Ardi Wiranata, pedagang gorengan, yang sudah hampir sebulan kesulitan memperoleh LPG.

Kelangkaan juga memicu insiden medis. Seorang ibu rumah tangga dilaporkan pingsan saat mengantre gas akibat berdesakan dan cuaca panas. Warga lain, Suratturahman, mengaku rela membayar harga tinggi asalkan stok tersedia.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menduga fenomena ini dipicu perilaku panic buying masyarakat serta adanya praktik penimbunan oleh oknum. “Psikologi pasar terganggu akibat pemberitaan krisis energi di luar negeri. Masyarakat panik dan membeli berlebih, sehingga jatah orang lain terambil,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, menegaskan distribusi sesuai kuota, namun harga di pengecer sulit dikontrol. Pemerintah daerah berencana membentuk Satgas khusus LPG untuk menindak dugaan penimbunan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas ESDM bersama Pertamina menyiapkan tambahan pasokan (extra dropping) hingga 70 persen dari alokasi normal selama tiga hari ke depan. Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, menegaskan pangkalan resmi dilarang menjual gas subsidi kepada pengecer agar harga tetap sesuai HET.

Fenomena ini menjadi alarm serius bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat pengawasan distribusi, memastikan pasokan tepat sasaran, serta melindungi UMKM dan masyarakat kecil dari dampak kelangkaan energi.****

Pos terkait