Fajarasia.id– Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah atau Gus Abduh, mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Kontras, Andrie Yunus. Ia menilai serangan brutal tersebut bukan kriminalitas biasa, melainkan percobaan pembunuhan sekaligus upaya membungkam suara kritis pembela Hak Asasi Manusia (HAM).
Peristiwa terjadi di depan kantor YLBHI, Jakarta, Kamis malam, sesaat setelah korban menyelesaikan rekaman siniar bertema kritik terhadap remiliterisasi. Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, mata, dada, dan tangan. “Ini bukan sekadar kriminal, tetapi serangan terencana untuk meneror korban. Polisi harus bergerak cepat, tangkap pelaku, dan jerat dengan pasal pemberatan,” tegas Gus Abduh, Jumat (13/6/2026).
Politisi PKB itu menyoroti fakta bahwa tidak ada barang berharga korban yang hilang, sehingga memperkuat dugaan motif serangan murni untuk melukai. Ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap pembela HAM adalah ancaman nyata bagi demokrasi.
Komisi III DPR meminta aparat segera mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi dan menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan. “Kepolisian harus bekerja profesional dan akuntabel. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa kepastian hukum,” tutupnya.****





