Fajarasia.id – Misteri kematian seorang guru SD asal Depok, Afrianti (41), yang ditemukan tewas dengan tangan terikat di kawasan Gunungputri, Bogor, terus diselidiki aparat kepolisian. Polisi memastikan telah mengidentifikasi sosok pelaku dan segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).
Kanit Reskrim Polsek Gunungputri, Ipda Rudolf Pasaribu, menyebut pelaku memiliki hubungan dekat dengan korban. Namun, ia enggan merinci apakah hubungan itu sebatas teman atau lebih dari itu. “Proses penerbitan DPO sedang berjalan,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Upaya pengecekan ke rumah pelaku di Depok tidak membuahkan hasil. Polisi hanya mendapati keluarga pelaku, sementara yang bersangkutan diduga telah melarikan diri. “Pelaku tidak ada di rumah, hanya keluarganya,” tambah Rudolf.
Kapolsek Gunungputri, Kompol Aulia Robby, menegaskan bahwa pelaku diduga kuat merupakan teman dekat korban, bahkan kemungkinan kekasihnya. “Pelaku belum ditangkap, penelusuran terus dilakukan,” katanya.
Afrianti ditemukan tewas pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Jalan Desa Tlanjungudik, Gunungputri. Saat ditemukan, korban mengenakan jas hujan biru dengan kondisi tangan terikat serta terdapat luka di tubuhnya. Sebelumnya, warga sempat melihat korban membonceng seorang pria.
Polisi kini fokus memburu pelaku yang kabur, sembari mendalami motif di balik pembunuhan yang menggemparkan masyarakat ini.




