Gubernur Sumbar Mahyeldi Kecam Menu Rendang Babi di Jakarta

Gubernur Sumbar Mahyeldi Kecam Menu Rendang Babi di Jakarta

Fajarasia.co – Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengecam pedagang yang menjual rending babi dengan mengatasnamakan Masakan Padang. Reaksi keras juga disampaikan Pimpinan DPRD Sumbar, Suwirpen Suib dan Sekum LKAAM Sumbar, Jasman Dt. Bandaro Bendang.

Diketahui menu rendang babi terungkap di sebuah restoran masakan padang di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Fakta itu memperoleh kecaman dari banyak pihak dan polisi kini sedang mendalaminya.

Menurut Gubernur Mahyedi, hal ini sangat bertentangan dengan falsafah masyarakat Minangkabau yang berlandaskan ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah).

Harusnya, kata Mahyedi, ini tak boleh terjadi, karena masakan padang atau masakan minang itu identik dengan makanan halal sesuai dengan falsafah dan adatnya yang berlandaskan Islam dan ABS-SBK.

“Seluruh masakan pakai nama padang itu adalah makanan halal. Itu sudah jelas, makanya harus di cek lagi, apakah ada izinnya, kenapa pakai nama Padang, apakah orang Padang atau bukan” ujar Buya Mahyeldi

Gubernur juga sudah meminta melalui Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) yang ada di Jakarta melakukan pengecekan apakah restoran tersebut sudah mempunyai izin dari Dinas atau Sudin Parekraf dan PTSP.

“Pada intinya tidak boleh lagi ada masakan Padang yang non halal, kita harus pastikan masakan padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi oleh umat muslim. Kedepan harus ada sertifikasi oleh IKM, mana yang asli Padang, mana yang bukan. Nanti ada stikernya,” ulas Mahyeldi.

Gubernur juga merespon terkait keberadaan restoran tersebut yang ada di aplikasi layanan pesan antar. Pihaknya menyampaikan restoran Babiamboo itu sudah dihapus dari daftar restoran pada aplikasi layanan pesan antar makanan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Suwirpen Suib menyatakan bahwa Sumbar identik dengan keislaman masyarakatnya sehingga kalau ada yang mengatakan restoran padang ada babi itu merupakan bentuk penghinaan kepada masyarakat Sumbar.

“Kita doakan restoran tersebut tidak bertahan lama, dan akan tutup sendiri nantinya. Saya harap semoga nantinya tidak ada pihak yang akan meniru restoran tersebut,” sebutnya.

Kecaman keras juga datang Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar. Sekretaris Umum LKAAM Sumbar, Jasman, Dt. Bandaro Bendang, menyampaikan bahwa masakan Minangkabau ataupun masakan Padang sangat identik dengan makanan halal.

Dengan adanya peristiwa ini, Jasman khawatir akan menurunnya minat konsumen untuk datang ke rumah makan padang karena peristiwa ini. Oleh sebab itu, Jasman mendukung penuh apa yang disampaikan Gubernur agar pihak berwenang dan terkait bisa menyelesaikan persoalan ini.

Sebelumnya, seperti dilansir Antara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengingatkan pengusaha makanan Padang yang menyediakan menu daging babi menjaga perasaan berbagai pihak.

Riza mengaku heran dengan adanya restoran Padang yang menual menu rendang babi.”Sejauh yang kita tahu dan kita makan di restoran Padang, selama ini menunya halal”****

 

 

 

Pos terkait