Gigi Berlubang Jadi Ancaman Utama Kesehatan Anak Indonesia

Gigi Berlubang Jadi Ancaman Utama Kesehatan Anak Indonesia

Fajarasia.id  — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa gigi berlubang atau karies masih mendominasi masalah kesehatan anak-anak Indonesia, terutama pada kelompok usia balita hingga prasekolah. Data menunjukkan, satu dari tiga anak berusia 1–6 tahun mengalami gigi berlubang.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menegaskan bahwa kesehatan gigi berperan besar dalam tumbuh kembang anak. “Kalau gigi sakit, anak jadi sulit makan, mudah infeksi, tidak masuk sekolah. Akhirnya pertumbuhan dan konsentrasinya terganggu,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (24/1/2026).

Untuk mencegah karies, Kemenkes menganjurkan anak-anak menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride serta rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan. Endang menambahkan, penanganan dini di puskesmas atau klinik penting agar gigi tetap utuh dan tidak perlu dicabut.

Selain persoalan gigi, Kemenkes juga menyoroti masalah gizi. Lebih dari 140 ribu balita tercatat mengalami berat badan kurang. Endang mengimbau orang tua untuk memberikan makanan bergizi seimbang, kaya protein hewani dan zat besi, serta memastikan balita ditimbang setiap bulan untuk memantau pertumbuhan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menekankan strategi pemerintah dalam menyehatkan masyarakat bertumpu pada pendekatan promotif dan preventif. Ia menyebut program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 akan dilengkapi tindak lanjut pengobatan dan perawatan bagi masyarakat yang hasil pemeriksaannya menunjukkan masalah kesehatan.

“Program CKG menjadi instrumen penting pemerintah untuk mewujudkan target menyehatkan masyarakat, sebagaimana tertuang dalam RPJMN,” kata Budi.

Dengan fokus pada kesehatan gigi dan gizi, Kemenkes berharap generasi muda Indonesia tumbuh lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.

Pos terkait