Fajarasia.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengakui masih banyak kekurangan di pondok pesantren yang perlu diperbaiki agar para santri mampu bersaing secara global.
Dalam tayangan YouTube GibranTV, Sabtu (21/2/2026), Gibran menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung kemandirian ekonomi pesantren, mulai dari tata kelola, akses teknologi, hingga permodalan. “Memang masih banyak hal yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Ia menekankan pesantren harus melahirkan santri yang menguasai teknologi modern, seperti pertanian, peternakan, robotik, blockchain, dan AI. Santri diharapkan menjadi pencipta peluang dan pelopor inovasi tanpa kehilangan jati diri serta nilai akhlak.
Saat ini terdapat lebih dari 42.000 pesantren dengan 11 juta santri yang disebut Gibran sebagai kekuatan sosial-ekonomi masa depan bangsa. Untuk mendukung transformasi itu, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola pendidikan pesantren, menginventarisasi permasalahan, serta menjadikan pesantren motor inovasi dan ekonomi lokal.***





