Gejolak Perang AS–Israel–Iran Bikin Bank Sentral Dunia Gelisah

Gejolak Perang AS–Israel–Iran Bikin Bank Sentral Dunia Gelisah

Fajarasia.id  – Konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memicu kegelisahan baru bagi bank sentral di seluruh dunia. Lonjakan harga minyak akibat serangan dan gangguan pasokan di Selat Hormuz membuat risiko inflasi global meningkat tajam, memaksa pembuat kebijakan moneter menimbang ulang arah suku bunga.

Harga minyak Brent dan WTI kini berada di level tertinggi dalam lebih dari setahun, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Kondisi ini menimbulkan dilema bagi bank sentral: menahan inflasi atau menjaga pertumbuhan ekonomi yang tertekan.

Bank Sentral Eropa (ECB) menegaskan akan berhati-hati sebelum mengambil langkah, sementara Bank of Japan (BoJ) menyebut kenaikan harga energi bisa menekan atau mendorong inflasi tergantung durasinya. Di Amerika, Federal Reserve (The Fed) diperkirakan menahan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Dampak konflik juga dirasakan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bank Indonesia terus memantau transmisi lonjakan harga minyak terhadap inflasi domestik dan nilai tukar Rupiah.

Analis menilai, jika konflik berkepanjangan, tekanan inflasi bisa semakin kuat dan memaksa bank sentral memperpanjang siklus suku bunga tinggi. Sementara itu, risiko perlambatan ekonomi global semakin nyata di tengah ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.***

Pos terkait