Fajarasia.co – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, berkeliling ke sejumlah desa di Kabupaten Sukoharjo untuk melihat langsung jalannya pembangunan sejumlah proyek yang didanai Bantuan Provinsi (Banprov) Jateng Tahun Anggaran 2021.
Desa-desa yang didatangi Ganjar adalah Desa Trangsan (Kecamatan Gatak), Desa Ngrombo (Kecamatan Baki), dan Desa Serut (Kecamatan Nguter).
“Saya memeriksa pembangunan-pembangunan dari anggaran Banprov. Saya lihat bagus sih, di sini dibuat untuk pintu masuk sama pembangunan ikon gitar, tadi ada yang untuk talud. Saya lihat pembangunannya bagus, dikerjakan dengan baik,” kata Ganjar dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Jakarta, Kamis (19/5/2022).
Desa Trangsan mendapat bantuan Rp200 juta yang digunakan untuk pembangunan talud.
Sementara Desa Ngrombo mendapatkan bantuan Rp100 juta untuk pembangunan gerbang desa dan tugu ikon gitar.
Untuk Desa Serut, bantuan Rp2.9 miliar diberikan untuk peningkatan Jalan Langenharjo-Pondok.
Ganjar berpesan, semua kepala desa yang mendapat Banprov tidak boleh ada yang nakal.
Ia berharap, semua bantuan dapat digunakan sesuai peruntukkannya.
“Saya ingatkan selalu, jangan ada yang nakal. Awas jangan dikorupsi. Nek dikorupsi tak gajul (kalau dikorupsi saya tendang),” ujar Ganjar.
Kalau nekat melakukan tindak korupsi, Ganjar menegaskan, akan ada aparat penegak hukum yang turun tangan.
Oleh karena itu, ia juga meminta agar masyarakat mengawasi.
“Semua harus digunakan untuk pembangunan yang kualitasnya baik, sehingga bisa berjalan. Kita senang kalau memberikan bantuan dan dikerjakan dengan bagus, sehingga masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Kepala Desa (Kades) Ngrombo Sri Partini mengatakan, pihaknya mendapatkan Banprov senilai Rp100 juta.
Bantuan itu sangat bermanfaat untuk pengembangan desa wisata di tempatnya.
“Bantuan kami gunakan untuk pembangunan pintu masuk desa berbentuk gitar, dan tugu ikonik desa yang juga berbentuk gitar. Karena desa kami ini sentra industri gitar. Harapannya, bantuan ini bisa melancarkan pengembangan desa wisata,” katanya.
Sri menyampaikan, bahwa pihaknya akan melaksanakan perintah Ganjar dengan sebaik-baiknya.
Semua penggunaan dana Banprov akan dilakukan dengan sebaik-baiknya.
“Insya Allah kami tidak akan bermain-main, semuanya kami kelola dengan baik. Kalau ada bantuan, kami bersatu padu antara pemerintah desa, kesra, TPK, dan tokoh masyarakat. Semua kami libatkan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kades Trangsan, Mujiman.
Menurutnya, bantuan dari provinsi sebesar Rp200 juta ia gunakan untuk pembangunan talud, dan telah dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
“Talud ini sangat bermanfaat bagi desa kami, karena ini mengarah ke lokasi yang kami kembangkan untuk wisata. Tentu kami akan membangun dengan sebaik-baiknya dan diawasi penggunaannya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, sejak menjabat Gubernur Jateng, Ganjar gencar memberikan bantuan ke desa-desa dalam bentuk Banprov.
Sampai 2021, sudah sekitar Rp6.5 triliun anggaran yang dikucurkan Ganjar untuk desa.
Pemanfaatannya mulai dari untuk pengembangan UMKM, desa wisata, BUMDes, sampai pembangunan infrastruktur.****




