Fajaaia.d – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan protes keras terhadap tayangan di salah satu stasiun televisi swasta nasional yang dinilai menyudutkan pesantren, para kiai, dan santri. Tayangan tersebut dianggap menciptakan citra negatif terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang telah menjadi fondasi moral bangsa.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa partainya tidak akan tinggal diam dalam menghadapi upaya-upaya yang merendahkan martabat pesantren. Ia menyebut pesantren sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan dan pembentukan karakter bangsa Indonesia.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan nilai-nilai luhur seperti tanggung jawab, etika, dan penghormatan terhadap ilmu. PKB akan berdiri di garda terdepan untuk membela kehormatan para kiai dan santri,” ujar Lalu, Selasa (14/10).
Tiga Sikap Tegas PKB
Menanggapi polemik tersebut, PKB menyampaikan tiga poin sikap:
Desakan kepada Trans7 PKB meminta pihak stasiun televisi untuk melakukan evaluasi internal, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik dan komunitas pesantren, serta memberikan ruang hak jawab yang adil.
Lalu juga mendorong agar Trans7 menghadirkan program pemulihan yang mengangkat nilai-nilai luhur pesantren seperti khidmah, adab, dan kemandirian santri.
Dorongan kepada KPI PKB mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Jika ditemukan pelanggaran, PKB meminta agar sanksi administratif dijatuhkan.
“KPI harus hadir menjaga marwah lembaga penyiaran dan memastikan lembaga pendidikan seperti pesantren tidak menjadi korban framing negatif,” tegas Lalu.
Ajakan kepada Komunitas Pesantren PKB mengimbau agar komunitas pesantren tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi. Boikot media adalah hak masyarakat, namun PKB menekankan pentingnya jalur konstitusional dan edukatif agar media memahami pesantren secara utuh.
Usulan Kurikulum Berbasis Nilai Pesantren
Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan karakter, PKB mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan agar nilai-nilai pesantren seperti adab dan etika dimasukkan ke dalam kurikulum nasional, khususnya di sekolah umum.
“Tradisi khidmah bukan eksploitasi, melainkan proses pembentukan karakter. Sudah saatnya nilai-nilai luhur pesantren menjadi bagian dari pendidikan nasional,” tambah Lalu.
PKB juga mengingatkan lembaga penyiaran untuk kembali pada fungsi edukatif dan berhenti mengejar sensasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.****





