Forum Sosek Malindo Bahas Isu Sosial Ekonomi Perbatasan

Forum Sosek Malindo Bahas Isu Sosial Ekonomi Perbatasan

Fajarasia.id – Persidangan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia membahas isu-isu sosio ekonomi yang telah tertunda pembahasannya akibat pandemi covid-19. Kemudian isu-isu baru yang menjadi perhatian ke depan.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal, selaku Ketua Kelompok Kerja (KK) Sosial Ekonomi (Sosek) Indonesia mengatakan, puluhan perjalanan kerja sama dalam kerangka Sosek Malindo ini. Telah menghasilkan berbagai kesepakatan bersama dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Salah satunya penyelesaian pemotongan Bukit Tebedu (Sarawak, Malaysia) – Entikong (Kalimantan Barat, Indonesia) untuk mendukung Pembangunan jalur Dry Port PLBN terpadu. Dan kesepakatan yang telah dicapai maupun yang masih digagas oleh kedua negara dalam kerangka Sosek Malindo, antara lain di bidang perhubungan, kesehatan dan sosial budaya, termasuk di dalamnya pariwisata dan olahraga.

“Melalui forum ini, secara bersama-sama kita dapat menyamakan persepsi dengan lebih mengedepankan kebersamaan dalam pelaksanaan kerja sama sosial ekonomi di Kawasan Perbatasan. Dimana kerja sama Sosek Malindo ini dapat memiliki pencapaian dan hasil yang konkret,” ujarnya dalam keterangannya, Senin(23/10/2023).

Adapun Isu Isu Strategis yang menjadi agenda bersama pada persidangan ke 38 ini terkait Penubuhan Jawatankuasa bagi meneliti Standar Operasional Prosedur (SOP) pengurusan pemulangan jenazah. Selanjutnya terkait pemberlakuan Penerimaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) Lintas Batas Negara.

Sementara Pembukaan Semula Antarabangsa Penetapan Pintu Masuk Antarabangsa (PMA) Darat Serudong, Kalabakan Sabah-Sei Manggaris Kaltara di Titik A708 juga dibahas ditambahkan usulan dari indonesia.

“Berupa pengelolaan perairan Telok Melano, Malaysia dapat ditetapkan juga sebagai kawasan perairan konservasi mengingat masih dalam bersebelahan dengan pesisir wilayah desa Temajuk, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat,” katanya.

Dan diharapkan dapat dikembangkan dalam pelestarian penyu hijau yang mulai terancam akibat adanya aktivitas illegal dimana secara ekonomi dapat menjadi daya tarik pariwisata pada kawasan wisata bersama. Kemudian emajuk dan teluk Melano yang diarahkan pada persidnagan ini dapat ditindaklanjuti di peringkat Negeri/Tingkat Provinsi.

Adapun usulan lainya yang juga menjadi perhatian adalah dilaksanakannya satu kajian yang komprehensif melibatkan Kerajaan Negeri Sabah dan Provinsi Kalimantan Utara. Dan menyediakan rencana mitigasi terhadap isu meluapnya air sungai Sembakung (Kalimantan Utara) yang hulunya berada di sisi Negeri Sabah Malaysia.

Termasuk didalamnya usulan terhadap pembinaan ICQS Sematan guna memudahkan pergerakan warga di perbatasan di Pulau Serasan Nartuna kepulauan Riau. Dimana Pihak Indonesia juga mengusulkan agar kegiatan wisata dapat dilaksanakan di antara Negeri / Provinsi Sematan-Serasan

“Sosek Malindo memiliki peran strategis dalam menindaklanjuti kesepakatan tersebut serta merefresh pelaksanaan kerja sama antar provinsi/negeri kedua negara di Kawasan Perbatasan,” ucap Safrizal. ****

Pos terkait