fajarasia.id – Presiden Iran Ebrahim Raisi dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter, Senin (20/5/2024). Raisi dinyatakan meninggal syahid, karena menjalankan tugas untuk rakyat Iran.
“Presiden Republik Iran, Ayatollag Ebrahim Raisi, mengalami kecelakaan saat bertugas. Dia menjalankan tugasnya untuk rakyat Iran dan menjadi syahid,” tulis Kantor Berita Iran (IRNA), dikutip Senin (20/5/2024).
Wafatnya Raisi menjadi duka sekaligus kontroversi karena meninggal mendadak di saat konflik negaranya dengan Israel. Saat ini, penyebab kecelakaan helikopter pun tengah diselidiki.
Diketahui, Ebrahim Raisi merupakan Presiden Iran yang ke-8. Raisi adalah salah satu pria yang beruntung, karena tumbuh besar di keluarga utama.
Pria kelahiran 14 Desember 1960 itu berhasil menempuh pendidikan hingga sarjana. Bahkan, Raisi mendapat banyak ajaran dari sejumlah ulama Iran.
Karena itulah, Raisi tumbuh menjadi pria berpemikiran akademis dan religius, namun matang. Dia juga memiliki latar belakang pendidikan hukum.
Melalui latar belakang pendidikan hukumnya ini, Raisi memilih karir di dunia pengadilan. Di mana sejak 1981, Raisi meniti karir sebagai jaksa kota hingga menjadi jaksa tingkat provinsi.
Langkah mulusnya menjadi jaksa mengantarkannya ke posisi jaksa di tingkat nasional. Era 1990-an, Raisi menjabat sebagai jaksa senior, yang dapat mengeksekusi atas perintah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Raisi dikenal sebagai sosok yang tegas, kritikus handal, dan anti-korupsi. Inilah yang menjadi modal baginya untuk maju dalam kontestasi Pilpres Iran.
Raisi pertama kali mengikuti Pilpres pada tahun 2017 menantang Hassan Rouhani. Raisi menganggap Rouhani salah langkah dalam kebijakan politik luar negeri.
Sayangnya saat itu Raisi kalah, namun hal ini tidak menyurutkan langkahnya. Tahun 2021, dia kembali bertarung di Pilpres Iran, dan berhasil meraih suara tertinggi.
Dia pun secara sah menjadi Presiden Iran ke-8 sejak 3 Agustus 2021. Selama menjadi Presiden Iran, Raisi menjadi sosok yang anti-korupsi.
Berbagai kasus korupsi berhasil diselesaikannya. Dia juga berhasil membangkitkan citra Iran di mata dunia internasional, khususnya terkait perjanjian-perjanjian nuklir.
Raisi juga pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Mei 2023. Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo ini, kedua pemimpin negara membicarakan peningkatan hubungan bilateral.***





