Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai pengadaan kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun dari produsen otomotif India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan berdampak besar terhadap struktur industri otomotif nasional.
Evita mendukung pernyataan Kementerian Perindustrian bahwa kapasitas produksi kendaraan pikap dalam negeri mencapai satu juta unit per tahun. Menurutnya, kapasitas tersebut menunjukkan industri nasional sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga, khususnya tipe 4×2. “Pengadaan dalam skala besar ini bukan hanya soal logistik desa, tetapi juga menyangkut struktur industri otomotif nasional,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan rasionalisasi spesifikasi teknis. Menurutnya, tidak semua wilayah membutuhkan kendaraan 4×4 yang lebih mahal dan berbiaya operasional tinggi. “Kalau memang ada wilayah ekstrem, itu harus dipetakan secara spesifik. Tidak bisa digeneralisasi,” tambahnya.
Evita juga mengingatkan kewajiban penggunaan produk dalam negeri sesuai UU Nomor 3 Tahun 2014 dan Perpres Nomor 46 Tahun 2025, yang menegaskan kementerian/lembaga wajib mengutamakan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 25 persen atau kombinasi TKDN dan bobot manfaat perusahaan minimal 40 persen.
Ia menegaskan pengadaan besar ini harus menjadi momentum memperkuat manufaktur nasional dan mendorong substitusi impor, sejalan dengan strategi industrialisasi yang konsisten disampaikan Presiden Prabowo Subianto.





