Fajarasia.id — Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan program modifikasi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai langkah strategis mitigasi bencana hidrometeorologi. Ia menekankan bahwa peningkatan anggaran BMKG diperlukan untuk mengoptimalkan teknologi modern dalam menghadapi curah hujan ekstrem yang berpotensi memicu bencana.
“BMKG harus segera mengambil langkah, salah satunya melalui modifikasi cuaca. Teknologi ini terbukti mampu mengurangi intensitas hujan hingga 30 persen,” ujar Sudjatmiko dalam agenda Dialektika Demokrasi bertema “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana” di Gedung Nusantara II, Senayan.
Sudjatmiko mencontohkan bahwa siklon tropis dan fenomena cuaca ekstrem membutuhkan penanganan cepat agar tidak menimbulkan kerugian besar. Dengan dukungan anggaran dan peralatan canggih, BMKG diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi dan memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa dukungan DPR RI menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem peringatan dini. “Spirit early warning to early action, zero victim harus terus kita kuatkan melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Dengan sinergi antara DPR RI, BMKG, dan berbagai pihak terkait, program modifikasi cuaca diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.




