Fajarasia.id – Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan mendorong RUU APBN 2026 untuk memiliki keberpihakan pada sektor pangan nasional. Hal ini diungkapkannya menanggapi pembacaan RUU APBN 2026 oleh Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2025.
“Swasembada pangan itu menjadi prioritas utama dari program pemerintahan Presiden Prabowo yang menjadi bagian utama dari Asta Cita. Pembacaan nota keuangan hari ini akan dibahas Komisi IV DPR dan keberpihakan secara nyata APBN untuk sektor pangan,” kata Legislator dari Fraksi PKB tersebut kepada RRI di Gedung DPR, Jumat (15/8/2025).
Daniel menyatakan, komitmen peningkatan anggaran untuk pengelolaan pangan sangat penting demi menjamin kebutuhan masyarakat luas. Menurutnya, diperlukan komitmen pemberian stimulus dan bantuan terhadap petani hingga nelayan yang akan meningkatkan produksi pangan nasional.
“Pembahasan indikatif kemarin ada penurunan yang sangat signifikan, bahkan hampir turun 50 persen lebih dari anggaran tahun ini. Dalam rapat terakhir sudah mengajukan kembali peningkatan karena kedaulatan pangan mewujudkan kemandirian pangan,” ucapnya.
Daniel menambahkan, pihaknya mendorong peningkatan anggaran subsidi pupuk di 2026. Ia juga berharap ada perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran.
“Penyaluran subsidi itu akan semakin baik, tidak ada ketertinggalan, tidak ada pengurangan, hadir tepat waktu pada saat dibutuhkan. Pada saat musim tanam, karena itu untuk memastikan peningkatan produktivitas dari petani,” ujarnya.*****





