DPR dan BRIN Dorong UMKM Rejang Lebong Tembus Pasar Lebih Luas Lewat Pelatihan Pemasaran

Anggota Komisi X DPR Dewi Coryati menyampaikan sambutan saat membuka pelatihan pemasaran UMKM yang digelar Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu
Anggota Komisi X DPR Dewi Coryati menyampaikan sambutan saat membuka pelatihan pemasaran UMKM yang digelar Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu

Fajarasia.id – Upaya untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, terus digencarkan. Kali ini, Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menyelenggarakan pelatihan pemasaran produk UMKM.

Fokus pada Strategi Pemasaran yang Efektif

Dalam sambutannya, Dewi menekankan pentingnya pemahaman strategi pemasaran bagi pelaku UMKM agar produk mereka dikenal dan diminati pasar, baik di tingkat lokal maupun internasional.

“Kalau produk tidak dikenal, tentu tidak akan dibeli. Karena itu, pelatihan ini kami fokuskan pada aspek pemasaran agar pelaku UMKM tahu cara mengenalkan produknya secara tepat,” ujarnyalewat rilis yang diterima redaksi pada Kamis (23/10/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pelaku usaha harus memahami karakteristik produknya, menentukan target pasar, serta mengenali pesaing agar bisa menyusun strategi yang tepat.

Pemasaran Bukan Sekadar Unggah di Media Sosial

Dewi menegaskan bahwa promosi tidak cukup hanya dengan memposting di media sosial. “Harus tahu siapa yang dituju, apa keunggulan produk, dan bagaimana cara bersaing. Kalau semua itu dipahami, maka peluang produk untuk dibeli akan jauh lebih besar,” tambahnya.

BRIN: Temukan Keunikan Produk

Analis Pemanfaatan Iptek Ahli Muda BRIN, Eryda Listyaningrum, turut memberikan materi dalam pelatihan tersebut. Ia menekankan pentingnya menemukan nilai unik dari produk UMKM agar bisa bersaing di pasar.

“Ciri khas produk adalah kunci. Pelaku usaha harus bisa melihat dari sudut pandang konsumen—apa yang membuat produk mereka berbeda dan menarik,” jelas Eryda.

Ia juga menyarankan agar pelaku UMKM menyesuaikan pendekatan pemasaran berdasarkan segmen pasar yang dituju. “Produk bisa saja sama, tapi cara menjualnya harus disesuaikan dengan karakter pembelinya,” katanya.

Mendorong UMKM Naik Kelas

Melalui pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Rejang Lebong dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pemasaran dan mampu mengembangkan usahanya lebih jauh. Kolaborasi antara legislatif dan lembaga riset ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.****

Pos terkait