Dirut Bulog Dorong Pedagang di Pasar Gunakan QRIS

Dirut Bulog Dorong Pedagang di Pasar Gunakan QRIS

Fajarasia.id – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mendorong pedagang pasar rakyat menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hal ini untuk mempermudah transaksi jual-beli pangan tanpa mengurangi ketergantungan uang kembali secara tunai.

Rizal menegaskan penggunaan layanan QRIS dinilai lebih efektif dan efisien. Terutama dalam menjaga harga jual Minyakita agar sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

“Kita mendorong ke teman-teman pedagang pengecer gunakan QRIS. Itu lebih efektif dan lebih efisien untuk transaksi jual beli,” katanya, melalui keteranganya, Selasa (30/12/2025).

Dorongan penggunaan QRIS ia lakukan, menyusul adanya temuan pelanggaran harga Minyakita. Yakni saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.

Bukan itu saja, ia bersama Satgas Pangan menemukan prakit penjualan Minyakita di luar Harga Eceran Tertinggi (HET). Itu terjadi di Pasar Rawamangun Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sesuai HET Minyakita dijual Rp15.7000 per liter sesuai yang ditetapkan pemerintah. Tapi faktanya pedagang menjual harga Rp16.000 per liter lantaran susah mencari uang kembali.

Atas hal tersebut, Rizal mendorong agar pedagang menggunakan pembayaran digital QRIS. Dengan begitu pedagang tidak akan mengalami kesulitan dalam memberikan pengembalian uang tunai.

“Pedagang harus tetap menjaga kelancaran dan kenyamanan transaksi. Terutama ketika menghadapi keterbatasan uang kembali dalam nominal kecil, seperti Rp300,” katanya.

Dia menekankan agar penjualan Minyakita benar-benar sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah. Begitu juga dengan komoditas pangan strategis lainnya.

Pos terkait