Fajarasia.id – Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar kembali mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk tidak terlalu aktivitas di luar karena cuaca sangat panas. Bahkan cuaca panas itu diprediksi mencapai 50 derajat pada siang hari.
Untuk itu, ia menganjurkan agar jemaah dapat menjalankan ibadah di sekitar hotel tempat jemaah tinggal. Pada saat pelaksanaan puncak haji, Menag juga mengingatkan jemaah untuk tidak keluar dari kemah dan pergi ke Jabal Rahmah, karena cuaca yang sangat panas.
“Pada saat hari H diharapkan seluruhnya itu jangan ada yang keluar kemah dan jangan ada yang pergi ke Jabal Rahmah, karena panasnya sangat tinggi. Nantinya ada polisi yang mencegah Jemaah untuk berkeliaran di luar kemah, terutama pada siang hari,” kata Menag usai menghadiri acara Grand Hajj Simposium ke-49 di Jeddah, Arab Saudi,.
Ia mengimbau Jemaah tidak memaksakan diri mengejar sunah seperti berkali-kali umrah karena hal itu akan menguras energi. “Energi itu harus dijaga untuk puncak ibadah haji,” ucapnya.
Menag meminta, pimpinan rombongan, ketua kloter, hingga petugas lapangan harus aktif mengarahkan jemaah mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan otoritas Saudi. Ini termasuk soal pergerakan di Armuzna, akses transportasi, hingga jadwal melempar jumrah di Mina.
“Kepatuhan ini bukan hanya soal administratif, tapi soal keselamatan. Kita harus menjaga diri dan sesama agar ibadah haji berjalan aman,” ujarnya.****





