Fajarasia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen meningkatkan penguatan ekosistem riset dan inovasi. Hal ini bertujuan mengawal Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang dibentuk oleh masing-masing pemerintah daerah.
Demikian disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wiwiek Joelijani. Menurutnya, BRIDA mendapat pendampingan teknis fasilitasi pendanaan, infrastruktur secara open platform, dan penguatan SDM riset dan inovasi.
BRIN melalui Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah sebagai lembaga diberi amanah menjadi pembina teknis untuk mengawal BRIDA. “BRIDA menjadi sumber ‘science based policy’ di daerah, yakni agen untuk fasilitasi dan agen pembawa potensi solusi di daerah,” ujarnya, Senin(6/11/2023).
Lebih jauh, Wiwiek menjelaskan, BRIN mendukung Pemda dalam perumusan kebijakan pembangunan berbasis bukti/sains. Pemda dapat membentuk BRIDA sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mandiri.
Atau diintegrasikan dengan perangkat daerah penyelenggara urusan pemerintahan daerah. Tepatnya di bidang perencanaan pembangunan daerah.
Berbagai fasilitasi pendanaan yang dimiliki BRIN, terdiri dari Prioritas Riset Nasional (PRN), Pusat Kolaborasi Riset (PKR). Kemudian, Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR), pengujian produk inovasi pertanian dan sebagainya.
“PRN adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi/lembaga tertentu untuk melaksanakan riset nasional. Pendanaannya dapat diakses oleh semua periset WNI dari lembaga riset, perguruan tinggi, badan usaha dan organisasi kemasyarakatan,” ucapnya.
Wiwiek juga mengemukakan, di BRIN terdapat program fasilitasi inovasi akar rumput, sebagai penemuan yang dihasilkan oleh masyarakat. Baik secara individual ataupun berkelompok, bahkan secara komunal.
Bukan institusi pemerintah, perguruan tinggi, industri dan/atau lembaga penelitian. Yang sifatnya asli, spontan serta tidak tergantung pada perencanaan formal.
“Sasarannya untuk menggali, mengidentifikasi, dan membina inovasi yang lahir dari masyarakat. Tentunya agar menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi. Dapat memberikan dampak baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun akademis,” katanya, mengakhiri.****





