Fajarasia.id – Sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 27 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan bom bunuh diri di area parkir kompleks pengadilan Islamabad, Kamis (11/11). Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, menyebut pelaku menargetkan kendaraan polisi setelah gagal masuk ke dalam kompleks.
“Pelaku bom bunuh diri menargetkan kendaraan polisi karena tidak bisa masuk ke kompleks,” ujar Naqvi kepada wartawan di lokasi kejadian. Ia menambahkan, aparat masih berupaya mengidentifikasi pelaku.
Jenazah para korban, sebagian besar warga sipil, telah dibawa ke rumah sakit setempat, sementara korban luka mendapat perawatan darurat. Polisi bersama tim darurat langsung menutup area kejadian dan melakukan penyelidikan.
Presiden Pakistan Asif Zardari mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa teroris “yang disponsori asing” harus diberantas. Perdana Menteri Shehbaz Sharif turut mengecam dan menuding India berada di balik aksi teror. “Sudah saatnya dunia mengecam konspirasi jahat India semacam itu,” kata Sharif, seraya menambahkan bahwa serangan dilakukan dari wilayah Afghanistan dengan dukungan India.
India belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut, meski sebelumnya negara itu telah berulang kali membantah klaim serupa.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri pemerintahan sementara Afghanistan menyampaikan belasungkawa dan kecaman atas ledakan di Islamabad serta serangan lain di Wana, Pakistan barat laut.
Menurut sumber keamanan, pasukan Pakistan tengah melakukan operasi terhadap tiga militan yang bersembunyi di gedung Wana Cadet College, Waziristan Selatan. Kompleks kampus tersebut menampung sekitar 500 taruna, namun lokasi persembunyian militan berada di gedung terpisah. Naqvi menyebut tiga orang tewas dalam operasi tersebut.****




