Bobby Nasution Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha, Targetkan Ekonomi Sumut Tumbuh 7,2 Persen

Bobby Nasution Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha, Targetkan Ekonomi Sumut Tumbuh 7,2 Persen

Fajarasia.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan. Dalam sambutannya pada pembukaan North Sumatera Investment Industry Trade & Halal Expo 2025, Bobby menyampaikan bahwa Sumut menargetkan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,7 hingga 7,2 persen.

Acara yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumut di Aula Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Tapian Daya, Medan, menjadi momentum bagi Bobby untuk mengajak seluruh kepala daerah di Sumut memperkuat kemitraan strategis dengan sektor swasta. Menurutnya, harmonisasi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan dunia usaha merupakan kunci untuk menciptakan iklim investasi yang sehat.

“Hubungan yang selaras antara pemerintah dan pelaku usaha akan menghasilkan dampak positif. Saat ini kami sudah berjalan berdampingan, tinggal menunggu hasilnya,” ujar Bobby, Selasa (14/10).

Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada efisiensi anggaran dan penguatan investasi. Program insentif dan kemudahan investasi yang diluncurkan pemerintah pusat dinilai sebagai peluang besar bagi Sumut untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan kolaboratif.

Bobby menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran transfer ke daerah (TKD) bukanlah bentuk pengurangan, melainkan pengalihan ke program yang lebih berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan, nilai penyesuaian TKD untuk tingkat provinsi mencapai Rp 1,1 triliun, sementara kabupaten/kota menerima sekitar Rp 8 triliun.

“Para kepala daerah harus lebih bersahabat dengan dunia usaha. Kebijakan pemerintah sebaiknya mendukung pertumbuhan mereka. Dunia usaha harus diperlakukan seperti bayi yang perlu diasuh agar tumbuh sehat, bukan seperti anak stunting yang pertumbuhannya terhambat,” tegas Bobby.

Dalam upaya memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bobby juga memaparkan rencana pembangunan Kawasan Industri Sumatera Utara di Tanjung Kasau, Kabupaten Batubara. Pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan seluas 2.500 hektar yang akan diberikan secara cuma-cuma kepada investor dengan komitmen investasi minimal Rp 1 triliun.

“Lahan itu milik Pemprov dan siap diberikan kepada investor yang serius. Potensinya besar, bisa menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja,” tambahnya.

Bobby turut mengusulkan pembentukan entitas ekonomi bersama antar-BUMD se-Sumatera, yang diharapkan dapat menjadi kekuatan baru di kawasan barat Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan industri halal, mengingat negara-negara non-Muslim seperti Cina dan Australia saat ini menjadi importir utama produk halal.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa Sumut memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi regional dan nasional. Ia menilai kepemimpinan daerah yang progresif serta sumber daya alam yang melimpah menjadi modal kuat bagi Sumut untuk menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Kalau Sumatera bergerak, maka Indonesia akan semakin kokoh secara ekonomi,” ujar Anindya.

Ia juga mendukung arah kebijakan fiskal pemerintah yang menitikberatkan pada efisiensi dan penguatan likuiditas, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan ekosistem perumahan berbasis UMKM.***

Pos terkait