Fajarasia.id — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang akan melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 22–23 Maret 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Riris Eliza Helen, menjelaskan bahwa hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Fenomena cuaca tersebut dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Rossby, serta keberadaan siklon tropis Narelle di Teluk Carpentaria, Australia. Faktor-faktor ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.
Wilayah yang perlu waspada pada Minggu (22/3) meliputi Belu, Malaka, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Lembata, dan Flores Timur. Sementara Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Rote Ndao diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Pada Senin (23/3), hujan diperkirakan mengguyur Rote Ndao, Sabu Raijua, Belu, Manggarai Timur, Timor Tengah Utara, dan Alor. Adapun wilayah yang perlu siaga terhadap hujan sangat lebat antara lain Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, dan Sumba Timur.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi terbaru melalui layanan Info BMKG yang tersedia 24 jam.****






